
Suasana tenang dan khidmat tampak di salah satu sudut Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 PK Sukoharjo. Sejumlah siswa duduk rapi sambil menengadahkan tangan, melafalkan doa dengan penuh kesungguhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan harian yang terus ditanamkan oleh sekolah dalam upaya membentuk karakter islami sejak usia dini.
MIM 1 PK Sukoharjo dikenal sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan spiritual peserta didik. Salah satu bentuk nyata dari pembinaan tersebut adalah rutinitas berdoa bersama sebelum memulai kegiatan belajar maupun pada momen-momen tertentu. Melalui kegiatan sederhana ini, siswa dilatih untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Kegiatan doa bersama biasanya dipandu oleh guru atau siswa yang telah ditunjuk. Anak-anak mengikuti dengan penuh perhatian, melafalkan doa-doa harian yang telah mereka hafal. Momen ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kesabaran, dan rasa syukur dalam diri setiap siswa. Selain itu, kebersamaan dalam berdoa juga mempererat rasa persaudaraan antar teman.
Guru-guru di MIM 1 PK Sukoharjo meyakini bahwa pembiasaan ibadah sejak kecil akan memberikan dampak besar bagi perkembangan karakter anak. Ketika siswa terbiasa berdoa, mereka akan lebih mudah diarahkan untuk memiliki sikap disiplin, santun, dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berprestasi.
Orang tua siswa pun menyambut baik kegiatan pembiasaan doa ini. Mereka merasa senang melihat anak-anak tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mendapatkan pendidikan agama yang kuat. Dukungan dari orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembiasaan ini, karena nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah.
Melalui kegiatan doa bersama, MIM 1 PK Sukoharjo berupaya menanamkan fondasi spiritual yang kokoh bagi para siswanya. Pembiasaan ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman dan akhlak yang baik. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, beradab, dan siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai islami sebagai pegangan hidup.






0 Comments