
Membentuk Karakter Anak dengan Al-Qur’an: Jawaban atas Keresahan Orang Tua di Era Modern
Perkembangan zaman yang begitu cepat membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam cara anak-anak belajar dan berinteraksi. Di tengah kemajuan teknologi dan arus informasi yang tak terbendung, banyak orang tua mulai merasa cemas melihat anak-anak mereka semakin jauh dari nilai-nilai agama. Gadget, media sosial, dan budaya populer sering kali lebih menarik perhatian anak dibandingkan ajaran Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Kekhawatiran pun muncul: bagaimana masa depan anak-anak jika mereka tumbuh tanpa bimbingan moral dan spiritual yang kuat?
Padahal, Al-Qur’an bukan hanya kitab suci yang dibaca untuk mendapatkan pahala, tetapi juga sumber nilai dan pedoman untuk membentuk karakter. Di dalamnya terkandung ajaran tentang kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, kerja keras, serta penghormatan kepada orang tua dan sesama. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pendidikan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki arah hidup yang jelas.
Menjawab keresahan para orang tua inilah, MI MUHI hadir sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen membentuk karakter anak melalui pembelajaran berbasis Al-Qur’an. Sekolah ini memahami bahwa pendidikan agama tidak hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, MI MUHI mengembangkan berbagai program yang terintegrasi dengan nilai-nilai Qur’ani.
Program seperti tahfidz Al-Qur’an, tadarus pagi bersama, serta pembiasaan shalat berjamaah menjadi bagian penting dari kegiatan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga diajak memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Misalnya, ketika mempelajari ayat tentang kejujuran, guru mengaitkannya dengan perilaku jujur dalam keseharian di rumah maupun di sekolah.
Selain itu, MI MUHI juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk menumbuhkan akhlak terpuji. Guru-guru menjadi teladan dalam berperilaku sesuai ajaran Al-Qur’an, sehingga siswa belajar tidak hanya dari kata-kata, tetapi juga dari contoh nyata. Hubungan antara guru dan murid dibangun dengan kasih sayang, sebagaimana nilai rahmah yang diajarkan Islam.
Kerja sama antara sekolah dan orang tua pun menjadi bagian penting. MI MUHI rutin mengadakan kegiatan parenting Islami dan kajian keluarga, agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah. Dengan sinergi antara pendidikan formal dan peran orang tua, pembentukan karakter anak berbasis Al-Qur’an akan berjalan lebih kuat dan konsisten.
Penutup
Kehadiran MI MUHI dengan berbagai program Qur’ani-nya menjadi angin segar bagi para orang tua yang merindukan generasi berakhlak mulia. Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, MI MUHI membuktikan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an tetap relevan dan sangat dibutuhkan. Dengan berpegang pada Al-Qur’an, anak-anak tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga berjiwa luhur, beriman kuat, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan akhlak Islami.






0 Comments