
Seminar nasional yang mengangkat tema “Membangun Ruang Aman Self-Healing dalam Menghadapi Tantangan Resiliensi Emosional” menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperkuat peran mereka dalam mendampingi kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Gedung Muh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan menghadirkan dr. Aisah Dahlan sebagai narasumber utama yang dikenal luas dalam bidang kesehatan mental dan pengembangan diri.
Di antara peserta yang hadir, terdapat dua guru dari MIM 1 PK Sukoharjo, yaitu Diyah Kusmiyati, S.S. dan Nur Aisiyah, S.Pd.I. Keikutsertaan mereka mencerminkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi tantangan emosional yang semakin kompleks di era modern. Dalam seminar tersebut, dr. Aisah Dahlan menekankan bahwa setiap individu membutuhkan ruang aman, baik secara fisik maupun psikologis, sebagai tempat untuk mengenali, menerima, dan mengelola emosi dengan lebih baik.
Konsep self-healing yang dibahas tidak hanya berfokus pada pemulihan diri dari tekanan atau trauma, tetapi juga mencakup upaya preventif dalam menjaga keseimbangan mental. Peserta diajak memahami bahwa resiliensi emosional bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan perlu dilatih melalui kesadaran diri, pola pikir positif, serta lingkungan yang suportif. Dalam konteks pendidikan, guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman, terbuka, dan bebas dari tekanan yang berlebihan.
Diyah Kusmiyati dan Nur Aisiyah mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini, terutama terkait cara membangun komunikasi yang empatik dengan siswa serta teknik sederhana dalam membantu siswa mengelola emosi mereka. Hal ini menjadi bekal penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah, mengingat kondisi psikologis siswa sangat memengaruhi proses belajar dan perkembangan karakter mereka.
Melalui seminar ini, diharapkan para pendidik dapat lebih peka terhadap kebutuhan emosional siswa sekaligus mampu menjadi teladan dalam menjaga kesehatan mental. Dengan terciptanya ruang aman di lingkungan pendidikan, siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan emosional yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.






0 Comments