MENGENAL MAKANAN DAN MINUMAN TRADISIONAL MELALUI COOKING CLASS MIM 1 PK SUKOHARJO

June 17, 2026

MI Muhammadiyah 1 Program Khusus Sukoharjo mengadakan pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, bisa juga di luar kelas bahkan Hall madrasah kami sulap menjadi dapur. Melalui cooking class yang dilaksanakan pada Jum’at, 12 Juni 2026, anak-anak kami belajar tidak hanya tentang makanan yang sehat tetapi juga tentang kolaborasi, kreativitas, dan menyenangkan.

Cooking class anak adalah kegiatan belajar memasak yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan cara seru dan menyenangkan. Dalam kegiatan ini, anak tidak hanya diajarkan membuat makanan, tetapi juga diperkenalkan pada berbagai bahan makanan serta proses masak secara bertahap. Anak-anak di pandu oleh masing-masing wali kelas. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengisi Jeda waktu setelah Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT).

Pada kegiatan ini, peserta diajarkan berbagai teknik dasar memasak, mulai dari mempersiapkan bahan hingga menyajikan makanan dengan cara yang menarik. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan praktis, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya nutrisi dan pemilihan bahan makanan yang sehat. Dengan pengalaman langsung, anak-anak belajar untuk menghargai proses memasak dan merasakan kepuasan dari hasil karya mereka sendiri.

Adapun makanan yang disajikan/ di jual sangat beraneka ragam, dan bertema Tradisional. Antara lain : Kelas 4 Tahfidz menjual Jus Buah (buah naga, melon, alpukat, mangga, dll) dengan berbagai topping seperti mesis, ice cream, susu. Sedangkan kelas 4 ICP menjual gendar pecel, sate kere, dan dawet. Kelas 5 Tahfidz menjual plencing dan martabak, sedangkan kelas 5 ICP menjual bakso bakar dan dawet. Makanan yang mereka masak sangat enak dan lezat, mereka menjual dengan ramah dan ceria.

Melalui Kegiatan Cooking Class, anak-anak tidak hanya belajar memasak, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan kreativitas. Kegiatan ini menjadi sarana yang menyenangkan untuk memperkenalkan mereka pada dunia kuliner, sekaligus membangun kebiasaan sehat sejak dini. Dengan harapan, pengalaman ini dapat mendorong mereka untuk terus mengeksplorasi dan mencintai memasak di masa depan, menjadikan mereka bukan hanya konsumen, tetapi juga pencipta makanan yang cerdas.

 

You may also like …

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *