
Sukoharjo, 24 April 2026. Guru-guru dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 PK Sukoharjo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengikuti pelatihan MOC (Madrasah Open Course) Pintar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi digital pendidikan madrasah agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Pelatihan MOC Pintar dirancang sebagai platform pembelajaran daring yang memberikan akses luas kepada para guru untuk meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, serta literasi digital. Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan Keagamaan, Mastuki, menegaskan bahwa pelatihan ini disusun secara sistematis untuk mendorong perubahan pola pikir peserta. Ia menyebutkan bahwa program ini menggabungkan materi dasar tentang filosofi cinta dalam Islam dengan materi inti yang mengulas konsep Panca Cinta.
Pendekatan pembelajaran dalam pelatihan ini menggunakan metode ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, dan Aplikasi) yang mendorong peserta untuk aktif, reflektif, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan nyata.
Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 17 hingga 21 April 2026 melalui platform resmi Kemenag. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 28 April 2026.
Pelatihan online yang diikuti oleh 305.392 peserta dari seluruh Indonesia ini mengupas materi tentang:
- Filosofi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta)
- Panca Cinta 1: Cinta Allah dan RasulNya
- Panca Cinta 2: Cinta Ilmu
- Panca Cinta 3 : Cinta Alam
- Panca Cinta 4 : Cinta Diri dan Sesama
- Panca Cinta 5 : Cinta Tanah Air
- Implementasi KBC
Dengan mengikuti pelatihan MOC Pintar dari Kemenag, guru-guru MIM 1 PK Sukoharjo membuktikan keseriusan mereka dalam terus belajar dan berinovasi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi peningkatan kompetensi guru, tetapi juga bagi kualitas pembelajaran dan prestasi siswa di madrasah.







0 Comments