Sukoharjo – Kelas 6 MI Muhammadiyah 1 Program Khusus Sukoharjo mereview materi pecahan yang telah di pelajari pada pertemuan sebelumnya, hal ini dilakukan untuk mengingat kembali serta mempersiapkan diri mengkuti kegiatan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil. Konsep pecahan dalam mata pelajaran matematika menjadi tantangan tersendiri, tak hanya bagi peserta didik, tetapi juga guru. Guru mata pelajaran Matematika terus berupaya mencari metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Bertolak dari tantangan yang dihadapi, Guru mulai mengembangkan media pembelajaran berupa “Games Donat Match”.
Mulanya, Guru melontarkan pertanyaan-pertanyaan pemantik guna membangun kesadaran dan semangat belajar peserta didik untuk berperan aktif selama kegiatan berlangsung. Pertanyaan yang diajukan, seperti “Siapa yang tahu nama makanan ini?” dan kalau ia memiliki donat yang harus dibagi adil pada salah satu siswa, maka apa yang harus ia lakukan? Para siswa menjawab donat tersebut harus dibagi dua.
Setelah itu, Guru menempelkan kertas biru berbentuk donat tersebut di papan tulis dan meminta siswa menentukan berapa besar jadinya dari salah satu bagian donat tersebut. Para siswa langsung menjawab setengah bagian. Guru kemudian menuliskan angka ½ di papan tulis dan mengajarkan bahwa yang diatas disebut pembilang dan yang dibawah disebut penyebut dalam sebuah pecahan.
Berikutnya, Guru melakukan asesmen diagnostik kognitif untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam memahami konsep pecahan matematika. Dari hasil penilaian yang diperoleh, Guru lantas mengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat pemahaman terhadap materi.
Kemudian guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 5 anak. Kemudian tiap kelompok mengambil/ memilih donat yang di sediakan guru, dibelakang gambar donat tersebut terdapat soal mengenai pecahan. Tiap kelompok berdiskusi dan bekerjasama menyelesaikan soal tersebut, setelah selesai menjawab siswa akan menyerahkan soal pada donat tersebut kepada guru, jika jawaban benar maka siswa bisa mengambil/ memilih donat lagi. Namun jika jawaban salah, maka guru akan mengarahkan untuk di koreksi dan di benarkan lagi.
Kelompok yang berhasil mengumpukan donat terbanyak adalah pemenagnya. Setelah selesai games Donat Match tersebut, guru membandingkan perolehan donat dari masing-masing kelompok, di sini secara tidak langsung menyangkut pada materi Rasio.
Anak-anak sangat antusias mengikuti Games Donat Match tersebut. Harapan dari metode belajar pecahan dengan Games Donat Match adalah membuat siswa paham konsep pecahan secara nyata dan menyenangkan.







0 Comments