Sukoharjo – MIM 1 PK Sukoharjo berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Implementasi Pendidikan Inklusif di Jawa Tengah dengan tema Studi Komparatif Kapasitas Kelembagaan Sekolah di Wilayah Solo Raya yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 bertempat di Ayam Mulyani Karto Putro, Sukoharjo.
Dalam kegiatan tersebut, MIM 1 PK Sukoharjo mengutus tiga perwakilan, yaitu Ibu Diyah Kusmiyati, S.S. selaku Kepala Sekolah, Ibu Retnasih Dwi Utami, S.Pd., dan Ibu Tien Azhari Ni’madina sebagai peserta forum.
FGD ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan, yaitu MIM 1 PK Sukoharjo, MIN 2 Sukoharjo, SMP Negeri 2 Sukoharjo, SMP Nur Hasan, SMA Negeri 1 Sukoharjo, serta CT ARSA Foundation. Kegiatan juga didukung oleh tiga mahasiswa yang membantu kelancaran pelaksanaan forum.
Pada sesi pertama, Prof. Hendri selaku ketua pelaksana menyampaikan materi mengenai konsep pendidikan inklusif, landasan pelaksanaannya, serta berbagai faktor yang mendukung terwujudnya sekolah yang mampu memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Materi tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif.
Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh Ibu Anis sebagai moderator. Dalam sesi ini, setiap sekolah memperoleh kesempatan untuk menyampaikan praktik baik, tantangan, dan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Diskusi berlangsung secara aktif dan kolaboratif, di mana seluruh peserta saling bertukar pengalaman serta bersama-sama merumuskan berbagai alternatif solusi yang dapat diterapkan di masing-masing lembaga.
Seluruh hasil diskusi, masukan, dan pengalaman yang disampaikan peserta akan menjadi bagian dari proses penelitian sekaligus menjadi bahan penyusunan naskah akademik mengenai penguatan implementasi pendidikan inklusif di Jawa Tengah.
Keikutsertaan MIM 1 PK Sukoharjo dalam forum ini merupakan bentuk komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang inklusif, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan karakteristiknya.uKegiatan FGD ini direncanakan akan berlanjut pada 28 Juli 2026 sebagai tindak lanjut dari pertemuan pertama, guna memperdalam hasil kajian dan menyusun rekomendasi yang dapat mendukung penguatan implementasi pendidikan inklusif di wilayah Solo Raya maupun Jawa Tengah.








0 Comments